13 Oktober 2016 12:20 wib
  • pendidikan

METODE PENYAMPAIAN PESAN DALAM ALQURAN

 Irma Yusriani Simamora

Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara

 

Abstrak

Dalam proses komunikasi terdapat beberapa unsur terpenting, di antaranya adalah pesan, yang berarti konten informasi yang disampaikan kepada komunikan. Dalam Alquran, konten informasi tersebut secara garis besar meliputi tiga aspek yaitu akidah, syariah (ibadah dan muamalah) dan akhlak. Selanjutnya ketiga aspek tersebut, oleh Alquran disampaikan kepada komunikan, dalam hal ini manusia pada umumnya dan orang-orang yangberiman pada khususnya dengan metode-metode yang bervariasi. Metode penyampaian tersebut berbentuk pertanyaan, mengklaim, menandaskan, menentang, mengancam, pengulangan dan permisalan.

Kata Kunci: Metode Penyampaian, Pesan, dan Alquran

A. Pendahuluan

            Pesan merupakan salah satu unsur pokok dalam proses komunikasi. Suatu pesan yang disampaikan bisa diterima oleh komunikan bila pesan itu disampaikan dengan baik dan tentu dengan menggunakan berbagai metode atau cara dalam penyampaiannya.

            Sebagai kitab suci yang diturunkan Allah kepada rasul-Nya Muhammad SAW melalui malaikat jibril, Alquran adalah sebuah media komunikasi yang memuat sejumlah pesan.Bila kita amati kita akan menemukan bahwa pesan-pesan yang termuat dalam Alquran, baik yang ditujukan kepada umat manusia secara umum dan kepada orang-orang yang beriman secara khusus, disampaikan dengan berbagai cara dan gaya bahasa yang berbeda.

            Metode-metode penyampaian pesan dalam Alquran tersebut tentu menarik untuk diperbincangkan guna menambah wawasan kita tentang komunikasi qurani dan menyingkap tabir kemukjizatan Alquran yang tiada berakhir dan berujung. Di mana pada akhirnya semua itu membuktikanbahwa Alquran adalah kitab suci yang sempurna sebagaimana sempurnanya sang Khaliq. 

            Dalam tulisan ini akan dibicarakan tentang pengertian pesan dan jenisnya, isi pesan Alquran, dan metode penyampaian pesan dalam Alquran.

B. Pengertian Pesan dan Jenisnya

         Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa kata pesan berarti perintah, nasehat, permintaan dan amanat yang disampaikan lewat orang lain.      

            Pesan adalah konten informasi yang akan dikirimkan kepada si penerima (komunikan).    

            Secara umum, jenis pesan terbagi menjadi dua, yakni pesan verbal dan nonverbal. Pesan verbal yaitu pesan yang berbentuk bahasa lisan atau pun tulisan. Sedangkan pesan nonverbal yaitu pesan yang berbentuk isyarat, gerak, sikap, dan gambar. Dalam komunikasi, pesan nonverbal sama pentingnya dengan pesan verbal. Bahkan, dalam hal tertentu mungkin lebih penting daripada pesan verbal sebab pesan nonverbal lebih jujur dan substantif.Atau dengan kata lain komunikasi nonverbal ini mempunyai fungsi tertentu dalam proses komunikasi verbal. Fungsi utamanya adalah sebagai pengulangan, pelengkap, pengganti, memberikan penekanan dan memperdayakan.

Pengaruh suatu pesan sebenarnya bukan hanya bergantung kepada isi nya tapi terkadang dan bahkan tidak jarang amat dipengaruhi oleh komunikator dan media. Suatu berita atau artikel dalam surat kabar, misalnya, bukan hanya bergantung pada isinya, namun juga pada siapa penulisnya, tata letak (lay out) –nya, jenis huruf yang digunakan, warna tulisan, dan sebagainya. Pesan yang sama dapat menimbulkan pengaruh yang berbeda bila disampaikan oleh orang yang berbeda. Pengaruh suatu pesan juga akan berbeda bila disajikan dengan media yang berbeda.

C. Isi Pesan Alquran

            Secara keseluruhan Alquran, sebagai sumber ajaran Islam yang pertama dan utama bila disimpulkan maka isi pesan Alquran meliputi aspek-aspek berikut:

1. Aspek Akidah

            Aspek akidah ini meliputi kepada sumber ajaran, iman pada yang ghaib, seperti Allah, malaikat, surga dan neraka, kitab suci, para rasul Allah, ketentuan Allah, qada dan qadar-Nya.

2. Aspek Syariah Islam: Ibadah dan muamalah

            Ibadah yang dimaksud di sini adalah ibadah mahdah maupun ghairu mahdah. Ibadah mahdah yang tercantum dalam lima rukun Islam tertuang pada sejumlah surah, baik Makiyah maupun Madaniyah. Tentang shalat misalnya disebut sebanyak 92 kali dalam Alquran dengan pengecualian beberapa kosa kata salawat yang berarti doa seperti pada surat Al Baqarah 157 dan At Taubah 10.

            Sedangkan aspek muamalah meliputi ahwalusy syakhsiyyah, perdata, dan pidana Islam. Isi pesan atau risalah yang dibawa para rasul, Nabi Muhammad khususnya, sebagaimana tercantum dalam Alquran, ada yang berkaitan dengan masalah-masalah muamalah, seperti tentang keluarga, perdata dan pidana.

3. Aspek akhlak

           Akhlak merupakan aspek lain dari ajaran Islam dan merupakan buah dari segala sarana yang diterimanya. Bila kita perhatikan ayat-ayat yang berhubungan dengan ibadah, pada penghujung ayat selalu diakhiri dengan pesan moral, shalat misalnya, dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

            Hal ini seakan mengisyaratkan bahwa tujuan akhir dari ibadah seorang hamba adalah agar ia menjadi hamba yang berakhlak mulia. Bahkan dalam suatu hadis disebutkan bahwa tujuan diutusnyaNabi Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia, dan kaum mukminin yang paling baiknya imannya adalah yang paling baik akhlaknya.

???? ????? ?????????? ????? ????? ???????? ????? ??? ???? ???? ???? ???????? ?????????????? ?????????? ???????????? ??????? .

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Kaum mukminin yang paling baik imannya adalah yang paling baik akhlaknya.

           

D. Metode Penyampaian Pesan dalam Alquran

          Metode berarti cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud. Sedangkan penyampaian berarti proses, cara, perbuatan menyampaikan. Dengan demikian, maka yang dimaksud dengan metode penyampaian dalam tulisan ini adalah cara yang teratur oleh ayat-ayat Alquran dalam menyampaikan konten informasi kepada manusia secara umum dan kepada orang-orang yang beriman secara khusus.

             Dalam menyampaikan kontens informasi tersebut, Alquran mempuanyai cara dan metode yang variatif. Ini merupakan salah satu bukti dari sekian banyak bukti kemukjizatan Alquran, ia bukanlah karya manusia, tetapi sesungguhnya ia merupakan kalam Allah yang bisa menjawab semua sisi kehidupan manusia.

            Muhammad Djarot Sensa di dalam bukunya yang berjudul Komunikasi Quraniyah menyebutkaan bahwa metode penyampaian pesan dalam Alquran adalah sebagai berikut:

1. Metode bertanya

            Salah satu ciri dari ayat-ayat Allah SWT di dalam Alquran yang menggunakan metode bertanya adalah dengan menggunakan kata Alam tara, yang kalau dihitung akan mencapai sebanyak 31 ayat. Salah satu di antaranya berbunyi sebagaimana di bawah ini,

 

?????? ???? ????? ???????? ?????? ????????????? ??? ??????? ???? ??????? ????? ????????? ???? ????? ????????????? ??????? ??????? ?????? ?????????? ????? ????? ?????? ?????????? ????? ????????????? ??????? ????? ??????? ??????????? ???? ??????????? ?????? ????? ???? ??????????? ???????? ??????? ?????? ??????? ??? ??????? ????????? ?????????????? .

           

Artinya: ­ “Orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan."Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (Q.S. Al Baqarah: 258)

2. Metode Mengklaim

            Ayat-ayat Alquran yang biasanya memanfaatkan metode mengklaim, biasanya memanfaatkan kata semisal Li atau menunjukkan kata kepunyaan dan Inda atau berpengertian di sisi. Untuk yang menggunakan kata Li yang ditujukan kepada Allah SWT saja, di dalam Alquran ditemukan sebanyak 47 ayat.Sedangkan untuk yang mencantumkan kata Inda sebanyak 42 ayat.Berikut ini dua buah ayat Alquran sebagai contoh untuk masing-masing yang menggunakan dua istilah tersebut.

???? ??????? ???????????? ?????????????? ????? ???? ?????? ???????? ????? ?????? ???????????? ????????? ????????? ???????????? ??????????? ????????? ??????????????? ??????????????? .

Artinya: “Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)." Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.” (Q.S Al Munafiqun: 7)

??????? ??????? ????????? ???? ??????? ??????????? ????????? ???????????? ???????? ???? ??? ?????? ????? ?????? ????? ????????? ?????????????? ??????? ?????? ?????????????? .

Artinya: “Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki”. (Q.S Al Jumuah: 11)

3. Metode menjelaskan

            Metode yang bersifat menjelaskan pada umumnya ditujukan di dalam memberikan jawaban terhadap persoalan atau pertanyaan yang diajukan kepada Nabi SAW. Sehingga diharapkan akan dapat menemukan pemahaman yang memang dimaksudkan oleh Allah SWT.Berikut ini contoh ayat Alquran yang merupakan permberian penjelasan terhadap persoalan yang berkembang.

?????????????? ?????? ???????????? ???? ??????????????? ???? ?????? ????????????????? ????????????????? ??????????? ???????????????? ??????? ??????????? ???????????????? ???? ?????? ??????? ????? ???? ???????? .

Artinya: “Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya”. (Q.S. Al Baqarah: 215)

???????????????? ???? ??????????? ???? ???? ????? ????????????? ?????????? ??? ??????????? ???????????????????? ?????? ?????????? ??????? ?????????? ????????????? ???? ?????? ?????????? ????? ????? ????? ??????? ??????????????? ????????? ?????????????????? .

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”. (Q.S. Al Baqarah: 222)

4. Metode menandaskan

            Penyampaian pesan yang menggunakan metode menandaskan biasanya dengan menggunakan kata I’lamu yang artinya ketahuilah atau Fa’lamu yang artinya maka ketahuilah misalnya.Untuk yang menggunakan I’lamu ditemukan sebanyak 21 ayat, sedangkan yang mencantumkan kata Fa’lamu dijumpai sebanyak 6 ayat.Berikut ini contoh dari masing-masing kedua kata tersebut,

?????????? ????? ????? ???????? ?????????? ??????? ????? ???????? ????????? .

Artinya: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S Al Maidah: 98)

????????????? ????? ????????????? ??????????? ???????????? ?????? ????????????? ???????????? ???????? ????? ??????????? ?????????? ??????????? .

Artinya: “Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”. (Q.S. Al Maidah: 92).

5. Metode menantang

            Di dalam aspek yang menggunakan metode menantang ayat-ayat nya pada umumnya menggunakan kata-kata bersifat perintah semacam fa’tu, misalnya ayat di bawah ini,

???? ???????????? ????????? ???? ????????? ?????????? ????????? ?????????? ???? ???????????? ????? ?????? ????? ???? ???????? ??????????? .

Artinya: “Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar." (Q.S. Yunus: 38)

???? ???????????? ?????????? ???? ????????? ???????? ?????? ????????? ????????????? ?????????? ???? ???????????? ????? ?????? ????? ???? ???????? ?????????? .

Artinya: “Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar." (Q.S.Hud: 13)

6. Metode mengancam

            Metode ini pada umumnya ditujukan kepada orang-orang yang telah melampaui batas dalam kekufuran dan kesemena-menaan.Pemakaian metode ini dimaksudkan agar manusia kembali ke jalan yang benar. Dengan ancaman-ancaman yang disampaikan, manusia akan berfikir sebelum melakukan kekufuran dan kemusyrikan serta kejahatan, sebab apa yang dilakukannya akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Penyampaian pesan dengan metode mengancam ini dapat kita jumpai pada ayat-ayat di bawah ini,

?????? ????? ????? ????????? ???? ???????? ??????????? ??????? ??????? ?????? ???????? ??????? ??????? ???????? ?????????? ?????????? ???????????? ???? ?????? ???????? ???? ???? ???????????? ?????????? ?????????? ????? ???? ??? ???????? ??????? ??????? ???????? ??? ???????? ????????? ???????? ???????? ??? ???????????? .

Artinya: “Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran.Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu.Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. (Q.S.Hud: 17)

 

?????? ???????? ???? ??????? ??????? ?????? ?????????? ??????? ???????????? ?????? ???????????? ??????? .

Artinya: “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (Q.S. Thaha: 124)

7. Metode Pengulangan

            Pada penggunaan metode yang bersifat pengulangan, apabila dicermati memiliki pola-pola sebagai berikut:

a. Pengulangan di dalam satu surat

????????? ??????? ?????????? ???????????? .

Artinya: “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S Ar Rahman: 13).

Bunyi ayat semacam ini ditemukan pada surat yang sama pada 30 ayat yang lain.

b. Pengulangan di dalam lebih dari satu surat

* Berbunyi persis sama

????? ?????????? ?????????? ???????????? ???????? ????????????? ???????????????? ???? ??????? ??????? ??????????? ????????? ???????? ???????? ???????? ?????????? ?????? ????????? ??????????? ?????????? ????????? ???????????? .

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (Q.S. Al Baqarah: 62).

????? ?????????? ?????????? ???????????? ???????? ????????????? ???????????????? ???? ??????? ??????? ??????????? ????????? ???????? ???????? ??????????? ?????????? ????????? ???????????? .

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (Q.S. Al Maidah: 69).

 

* Tidak berbunyi persis sama

????????????????? ??????? ????????? ???????? ?????????????? ??????? ????? ?????? ?????? ??????? ??????????? ?????????? ????????? ???????????? .

 

Artinya: “Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Q.S. Al Baqarah: 38)

 

????????????????? ??????? ????????? ?????????? ???????? ??????? ???????? ?????????????? ??????? ????? ?????? ?????? ??????? ????? ??????? ????? ??????? .

 

Artinya: “Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”. (Q.S. Thaha: 123)

 

8. Metode Permisalan

            Dalam kajian Ulumul Quran, kata permisalan biasa diungkapkan dengan amstal, yang berarti mengetengahkan sebuah pesan dalam bentuk yang indah dan singkat yang mempuinyai pengaruh psikologis baik berbentuk tasybih atau ucapan bebas.

            Dalam dunia dakwah, amstal atau permisalan merupakan salah satu media dakwah.Adalah suatu keharusan bagi seorang da’iuntuk membekali dirinya dengan pengetahuan yang dapat mengetuk dan membuka hati pendengarnya sehingga ia dapat menyampaikan pesan-pesannya. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah melalui media amtsal.Pesan yang disampaikan melalui amtsal lebih mengena di hati, lebih mantap dalam menyampaikan nasihat, dan lebih kuat pengaruhnya.Itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW banyak menggunakan amtsal ketika menyampaikan dakwahnya dan banyak pula para da’i dan pendidik yang menyampaikan pesan-pesannya melalui media amtsal.

 

            Di antara ayat-ayat Alquran yang dalam penyampaian nya  menggunakan metode permisalan atau amtsal adalah sebagai berikut,

 

?????? ?????????? ???????????? ????????????? ??? ???????? ????? ???????? ??????? ?????????? ?????? ????????? ??? ????? ?????????? ??????? ??????? ??????? ????????? ?????? ??????? ??????? ??????? ???????? . 

 

Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Q.S. Al Baqarah: 261)

 

            Lewat ayat di atas kelihatan bahwa tidak semua orang dengan mudah berinfak kecuali harus diberi gambaran atas pahala yang akan diterima kelak, sehingga perlu diumpamakan dengan tanaman yang biasa mereka tanam agar mudah dipahami dan mereka terpesona dengan balasannya itu.

 

?????? ??????????????? ??? ?????? ??????????? ?????????? ?????????????? ??????? ????? ????????? ?????? ?????? ????????? ???????????? ?????????????? ??????????????? ????? ???????? ???????????? ???????????? .

 

Artinya:  “Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”. (Q.S. Ali Imran: 117)

                         

E. Penutup

            Pesan adalah konten informasi yang akan dikirimkan kepada si penerima (komunikan).Pesan bisa bersifat verbal dan nonverbal.

            Secara keseluruhan Alquran, sebagai sumber ajaran Islam yang pertama dan utama bila disimpulkan maka isi pesan Alquran meliputi aspek akidah, aspek syariah (ibadah dan muamalah) dan aspek akhlak.

            Dalam Alquran, penyampaian pesan dilakukan dengan berbagai metode, yaitu metode bertanya, mengklaim, menjelaskan, menandaskan, menantang, mengancam, pengulangan, dan permisalan.

            Semoga tulisan ini bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Al Khairiyah, Yayasan Ar Risalah, Al Quran Al Karim, Depok: Sabiq, tt.

Al-Qaththan, Manna’, Mabahis fi Ulumil Quran, Beirut: Maktabah al-Ma’arif, 2000.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: PT. Balai Pustaka, cet. 4, 2007.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama,  Komunikasi dan Informasi (Tafsir Alquran Tematik ),  Jakarta: cet. 1,  2011.

Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi; Suatu Pengantar, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, cet. 4, 2002.

Muhammad, Arni, Komunikasi Organisasi, Jakarta: PT. Bumi Aksara, cet. 13, 2014.

Saefullah, Ujang, Kapita Selekta Komunikasi, Pendekatan Budaya dan Agama, Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2007.

Sensa, Muhammad Djarot, Komunikasi Qur’aniyah, Bandung: Pustaka Islamika, cet.1, 2005.

www. Girfa.com, Sunan Abu Dawud, hadis no. 4062.

 

 

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: PT. Balai Pustaka, cet. 4, 2007), h. 865.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama,  Komunikasi dan Informasi (Tafsir Alquran Tematik ) ( Jakarta: cet. 1,  2011), h. 79.

Ujang Saefullah, Kapita Selekta Komunikasi, Pendekatan Budaya dan Agama (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2007), 211 &212.

Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi (Jakarta: PT. Bumi Aksara, cet. 13, 2014), h. 132.

Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi; Suatu Pengantar (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, cet. 4, 2002), h. 100.

Diklat Kementerian Agama,  Komunikasi, h. 81.

Ibid, h. 82.

Ibid, h. 84.

Diklat Kementerian Agama,  Komunikasi, h. 85.

www. Girfa.com, Sunan Abu Dawud, hadis no. 4062.

Pusat Bahasa Departermen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008),  h. 929.

Ibid,  h. 1112.

Muhammad Djarot Sensa, Komunikasi Qur’aniyah (Bandung: Pusata Islamika, cet.1, 2005), h.130.

Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah, Al Quran Al Karim (Depok: Sabiq, tt), h. 43.

Sensa, Komunikasi, h.131.

Al Khairiyah, Al Quran, h. 555.

Ibid, h. 554.

Sensa, Komunikasi, h.132.

Al Khairiyah, Al Quran, h. 33.

Ibid, h. 35.

Sensa, Komunikasi, h.132.

Al Khairiyah, Al Quran, h. 124.

Ibid, h. 123.

Sensa, Komunikasi, h.133.

Al Khairiyah, Al Quran, h. 213.

Ibid, h. 223.

Sensa, Komunikasi, h.133.

Al Khairiyah, Al Quran, h. 223.

Ibid, h. 320.

Ibid, h. 531.

Sensa, Komunikasi, h.134.

Al Khairiyah, Al Quran, h. 10.

Ibid, h. 119.

Sensa, Komunikasi, h.135.

Al Khairiyah, Al Quran, h. 7.

Ibid, h. 320.

Manna’ al-Qaththan, Mabahis fi Ulumil Quran,(Beirut: Maktabah al-Ma’arif, 2000), h. 17.

Al Khairiyah, Al Quran, h. 44.

Ibid, h. 65.