14 Desember 2019 11:27 wib
  • pendidikan

Asaberita.com-Medan — Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menyelanggarakan seminar nasional dengan tema Membumikan Pancasila Upaya Deradikalisasi dan Moderasi Beragama di Era Milenial, Jumat (13/12/2019).

Acara ini dihadiri oleh Antonius Benny Susetyo, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan TGB Ahmad Sabban el-Rahmany Rqjagukguk sebagai narasumber dan diikuti lebih dari 100 peserta mahasiwa dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SU.

Dalam penjelasannya, TGB Ahmad Sabbah El Rahmany menegaskan bahwa semua agama mengajarkan kedamaian termasuk agama islam. “Muslim sejati itu adalah yang mampu melipat gandakan kebahagiaan dengan memberikan kebahagiaan, mampu menentramkan manusia dan menjadi penyelamat untuk orang lain,” terangnya.

TGB Ahmad Sabban juga menjelaskan bahwa agama harus menjadi inspirasi bathin, bukan aspirasi politik. “Seperti yang dikatakan oleh Gus Dur, bahwa agama seharusnya menjadi inspirasi bathin, bukan malah aspirasi politik,” jelasnya. Dirinya menjelaskan bahwa Pancasila salah satu sumbernya dari agama. Pancasila harus dekat secara kesadaran. “Pancasila itu harus dekat secara kesadaran mulai dalam semua sila agar menjadi manusia yang berakhlak, beradab, tidak suka kebencian, dan tidak suka perpecahan,” ujarnya.

Indonesia merupakan negara yang paling melindungi dan memberi kebebasan kepada warganya untuk menjalankan keyakinan agama masing-masing. Hal itu terjadi karena Pancasila.

“Kebebasan memeluk dan menjalankan agama di Indonesia sangat luar biasa. Umat muslim boleh mejalankan agama Islam sebenar-benarnya dan dilindungi oleh Pancasila,” tegas TGB Ahmad Saban. Hal senada juga disampaikan Antonius Benny Susetyo (Romo Benny). Menurut Romo Benny, agama menguatkan Pancasila.M“Agama itu menguatkan dan sejalan dengan Pancasila. Pancasila lahir salah satunya dari agama yang ada di Indonesia pada saat itu,” jelas Romo Benny.

Sebagai penutup, Romo Benny menekankan bawah generasi milenial harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mengarus utamakan Pancasila. “Generasi milenial harus menggunakan teknologi dengan bijak termasuk dalam mengarusutamakan Pancasila dengan cara yang kekinian, menarik, inspiratif, dan edukatif,” tutup Romo. (asa/hasan)

sumber: http://asaberita.com/agama-harus-jadi-inspirasi-bathin-bukan-aspirasi-politik/