Medan, 30/04/26. Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara menggelar kegiatan peningkatan pemahaman instrumen akreditasi program studi versi 5.1 dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Kampus II UIN Sumatera Utara, Jalan Williem Iskandar. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi proses akreditasi program studi dengan menyesuaikan standar terbaru yang ditetapkan BAN-PT.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Hasnun Jauhari Ritonga, MA, Ketua Program Studi PMI Dr. Khatibah, MA, serta para tim penyusun instrumen akreditasi. Turut hadir Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sumatera Utara, Khairina Tambunan, M.E.I, yang memberikan penjelasan mengenai instrumen akreditasi versi terbaru dari BAN-PT.
Dalam pemaparannya, Khairina Tambunan menjelaskan bahwa instrumen versi 5.1 membawa perubahan penting dalam sistem penilaian akreditasi, terutama pada aspek luaran program studi dan keberlanjutan budaya mutu. Menurutnya, pemahaman yang menyeluruh terhadap instrumen menjadi kunci agar penyusunan dokumen dapat dilakukan secara tepat dan sesuai dengan standar penilaian.
“Instrumen versi 5.1 ini tidak hanya menilai kelengkapan dokumen, tetapi juga bagaimana program studi mampu menunjukkan budaya mutu yang berjalan secara berkesinambungan. Karena itu, setiap data yang disajikan harus benar-benar mencerminkan kondisi riil program studi,” ujar Khairina.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Hasan Sazali dalam sambutannya menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas akademik di lingkungan fakultas. Ia berharap seluruh tim dapat bekerja secara solid dalam menyusun dokumen akreditasi secara maksimal.
“Akreditasi bukan semata-mata penilaian administratif, tetapi bagian dari ikhtiar bersama untuk menunjukkan mutu akademik dan tata kelola program studi kepada publik. Saya berharap seluruh tim dapat bekerja sama dengan baik agar Prodi PMI memperoleh hasil terbaik,” ungkap Hasan Sazali.
Selain sesi pemaparan, kegiatan juga diisi dengan pembahasan strategi penyusunan dokumen akreditasi, mulai dari pembagian tugas antar tim, penyesuaian data pendukung, hingga penyusunan narasi sesuai kriteria penilaian terbaru. Melalui kegiatan ini, Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam diharapkan semakin siap menghadapi proses akreditasi secara terstruktur dan optimal.
