Jakarta, 22 Oktober 2026— Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan melaksanakan kunjungan dan pertemuan dengan pihak Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam pengembangan masyarakat, pemberdayaan desa, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Pertemuan tersebut diisi dengan diskusi dan pertukaran gagasan mengenai pengembangan desa serta penguatan peran riset perguruan tinggi dalam mendukung program pembangunan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kerja sama kelembagaan antara Prodi PMI FDK UIN Sumatera Utara dengan pihak Kemendes PDT.
Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah diseminasi hasil penelitian yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag. Presentasi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil riset sekaligus mendiskusikan relevansinya bagi pengembangan program pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.
Dokumentasi kegiatan menampilkan materi mengenai konsep Desa Terdepan Merah Putih, yaitu pembangunan terpadu untuk desa terdepan dan tertinggal di Indonesia. Materi tersebut menggambarkan pendekatan pembangunan desa yang mencakup berbagai aspek, antara lain penguatan ekonomi lokal, penyediaan air bersih, pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, hunian sehat, layanan kesehatan, pengelolaan sampah, serta pengembangan infrastruktur dan logistik. Materi juga menampilkan konteks wilayah pesisir dan kepulauan di Kabupaten Sabu Raijua.
Diseminasi hasil riset ini memperlihatkan pentingnya menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan pembangunan di tingkat lokal. Bagi bidang Pengembangan Masyarakat Islam, kajian dan penelitian mengenai pembangunan desa memiliki relevansi strategis karena berkaitan dengan penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan potensi lokal, peningkatan kesejahteraan, dan upaya mendorong kemandirian masyarakat.
Selain pertemuan dan diseminasi riset, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) oleh Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Dr. Khatibah, MA, bersama pihak Kemendes PDT. Penandatanganan IA tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan dan membuka ruang pelaksanaan kerja sama yang lebih konkret antara program studi dan mitra pemerintah.
Melalui kerja sama ini, Prodi PMI diharapkan dapat memperluas peluang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada persoalan nyata di lapangan. Sinergi dengan instansi pemerintah juga berpotensi mendukung pengembangan pembelajaran berbasis pengalaman, pertukaran pengetahuan, serta keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam agenda pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa.
Ketua Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, Dr. Khatibah, MA, memandang kunjungan dan kerja sama ini sebagai peluang untuk memperkuat kontribusi program studi dalam pengembangan masyarakat.
“Kerja sama dengan pihak Kemendes PDT menjadi peluang bagi Prodi Pengembangan Masyarakat Islam untuk memperluas jejaring kelembagaan sekaligus memperkuat keterkaitan antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas masyarakat dan kemandirian desa,” demikian draf pernyataan Ketua Prodi PMI.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Prodi Pengembangan Masyarakat Islam FDK UIN Sumatera Utara untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai produk akademik, tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan dan pertimbangan dalam merancang program pemberdayaan yang sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat.